Sabtu, 05 Desember 2009

Blink

Seri Motivasi Tanadi Santoso

Pada hari ini saya ingin sharing tentang sebuah buku dari Malcolm galdwell yang dulu menulis tentang tipping point. Dalam buku ini Malcolm galdwell berbicara bahwa bagaimana dalam keseharian kita, kita sering melakukan 'blink' atau the power of thinking without thinking.

Dalam buku ini dijelaskan bagaimana sebetulnya kita sering melakukan 'blink' atau menggunakan intuisi kita dalam kehidupan sehari-hari. Sering kali dalam pengambilan keputusan, kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan tindakan kita matang-matang. Maka, kita menggunakan intuisi atau pengetahuan bawah sadar kita yang diperoleh dari pengalaman masa lalu dan informasi-informasi ringan yang ditangkap sambil lalu sehari-hari untuk memtutuskan dengan cepat. Tindakan inilah yang disebut dengan 'blink'.

Ada sebuah riset menarik tetang konsep ini. Pada riset ini, ada sekelompok mahasiswa yang disuruh melihat video bisu yang menunjukkan beberapa dosen yang tidak pernah mengajar mereka saat para dosen tersebut mengajar di kelas. Kemudian, para mahasiswa ini diminta menunjukkan dosen mana yang baik dan mana yang tidak baik. Para mahasiswa tersebut tidak pernah mengenal maupun diajar oleh dosen yang dimaksud, dan hanya menonton rekaman videonya selama 10 detik. Yang cukup mengejutkan, hasil penilaian dari grup mahasiswa ini ternyata sangat akurat dan sesuai dengan penilaian sekelompok mahasiswa lain  yang sudah pernah diajar oleh dosen tersebut selama beberapa waktu.

Hal ini menunjukkan bahwa bila kita sudah memahami suatu hal dengan cukup mendalam, kita akan memiliki apa yang disebut sebagai kemampuan 'blink', suatu kemampuan untuk memutuskan dengan benar tanpa berpikir dalam. Kemampuan ini memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang akurat dalam jangka waktu yang sangat singkat, yaitu 5 - 10 detik dan dengan informasi yang sesedikit mungkin. Memang tidak tertutup juga kita bisa melakukan kesalahan dalam 'blink'. Namun umumnya bila kita sudah memiliki pemahaman dan pengalaman dalam bidang yang dimaksud, keputusan yang kita ambil akan tetap cukup akurat.

Contoh lain adalah pada saat kita menerima telepon. Hanya dengan mendengar sepatah kata "Halo" anda mungkin sudah bisa mengenali siapa lawan bicara anda. Padahal, anda belum mendengar kata lain. Hal ini bisa terjadi karena anda sudah begitu hafal dengan suara lawan bicara anda, caranya dalam menjawab telepon, maupun intonasi yang digunakannya saat mengucapkan kata "Halo" tadi.

Demikianlah ditunjukkan bahwa otak kita memiliki kemampuan yang sedemikian rupa dalam mengolah informasi yang ada dengan sangat cepat sehingga muncul dalam bentuk intuisi. Dalam kehidupan bisnis anda, akan sangat baik dan berguna bila sekiranya anda dapat mempertajam dan melatih kemampuan intuisi ini. Dengan demikian, anda akan mampu mengambil keputusan yang benar dan mnguntungkan sekalipun anda ada dalam posisi yang terdesak.

Demikian Bisnis Wisdom edisi kali ini, semoga dapat berguna dalam kehidupan bisnis anda sekalian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar