Sabtu, 05 Desember 2009

Analogi Memasak sebagai Strategi Bisnis

Seri Motivasi Tanadi Santoso

Bisnis strategi adalah cara kita untuk berbisnis yang tepat dan benar. Untuk sederhana dan mudahnya saya ingin menganalogikan bisnis strategi ini seperti memasak.

Bayangkan saat anda membuat ayam goreng. Untuk membuat ayam goreng ini tentu diperlukan berbagai bahan, misalkan tepung, gula, garam, vitsin, minyak goreng dan lainnya. Tentu saja ayam juga. Jadi anda harus tahu dulu kebutuhan tepatnya seperti apa saja.

Yang kedua, harus tahu jumlahnya. Jadi apakah cukup tepungnya, 10 ons atau 20 ons untuk setiap ekor ayam. Ini ada aturannya. Jadi jumlahnya harus tepat.

Dan ketiga adalah cara memasaknya, ini juga harus benar. Mana yang dimasukkan dulu, mana yang kemudian. Sehingga kita bisa memasak dengan baik dan memberikan hasil yang selalu sama dengan sempurna.

Dalam berbisnis juga demikian. Kita membutuhkan elemen-elemennya, misalkan karyawan yang cukup, karyawan yang mampu mengerjakan. Lalu sumber daya yang bagus, lokasi bisnis yang tepat, serta cara kita melayani pelanggan yang tepat. Jumlahnya juga harus tepat. Karyawan terlalu banyak, kita bisa rugi. Tempat terlalu bagus, sewanya bisa kemahalan. Kalau tempatnya terlalu jelek, orang tidak mau datang.

Dan yang ketiga, bagaimana cara kita berbisnis. Kita harus mengetahui mana yang harus didahulukan, mana yang harus diproses lebih penting dan lainnya. Karena tidak semua elemen dalam bisnis itu sama pentingnya. Misalkan restoran, elemen pentingnya adalah enak dan murah. Apakah lokasi yang bagus tidak penting ? Penting juga, tapi itu bukanlah utama.

Jadi kalau kita bisa mencoba mensukseskan sebuah bisnis, kita akan bisa mereplikasi atau melakukan bisnis itu sama persis di tempat lain. Atau mencoba bisnis lain tapi dilakukan dengan cara yang sama sehingga diharapkan mencapai sukses juga.

Dalam hal restoran, ada anggapan yang disebut dengan ’tangan-tanganan’. Kalau tangan yang enak masak apapun jadi enak, begitu katanya. Nah ketika dia membuka restoran yang kedua, dia bisa juga tidak sukses. Karena dia tidak punya metode tepat yang bisa dijabarkan dengan rinci untuk diterapkan di restoran lainnya itu.

Seperti juga dengan bisnis. Banyak orang berbisnis A dia sukses, tapi mencoba bisnis lain menjadi susah dan gagal. Dia tidak bisa mencapai hasil yang konsisten sama bagus. Nah ini karena apa ? Karena tidak mengetahui elemen apa saja yang dimanfaatkan dalam bisnis pertamanya yang terbukti telah sukses itu dan menjalankannya.

Jadi strategi bisnis tidak lebih dari sebuah cara memasak. Bilamana anda mampu membuat bisnis strategi yang baik, atau seperti juga anda memasak makanan yang enak, dan nanti menyerahkan pada orang lain dengan cara mereplikasi sukses-sukses anda pada bisnis yang pertama, maka anda bisa sesukses bisnis yang pertama. Seperti halnya pada KFC dengan ayam gorengnya, McDonald ataupun Pizza Hut. Di mana mereka berhasil dengan cara yang sama untuk membuat hasil yang konsisten selalu sukses, sama enaknya, sama bersihnya dan sama lakunya.

Kita pun sebagai pebisnis harus belajar supaya dapat mereplikasi bisnis kita. Sehingga menjadi sukses yang berkepanjangan di tempat di manapun kita berada dan bisnis apapun yang kita lakukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar