Kamis, 22 Oktober 2009

Cermin by GOD BLESS

Cermin adalah album kedua dari grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 1980.
Saya teringat waktu masih SD mendengarkan kaset God Bless ini, karena Om saya sudah SMA, setiap hari pasti menyetel album cermin ini. Dan Album inilah album Favorit saya sampai sekarang, hamper setiap hari pasti saya stel, baik lewat PC maupun MP3 Player, sungguh sebuah album yang dahsyat baik dari segi musikalitasnya maupun kekuatan liriknya.

Album ini penuh dengan nuansa rock progressif yang rumit dengan menonjolkan kemahiran tiap personil memainkan instrumen musiknya melalui aransemen yang jelimet. Beberapa lagu menjadi sangat panjang melampaui panjang lagu rata-rata (3 - 4 menit) pada saat itu. 'Anak Adam' yang merupakan lagu terpanjang (11 menit 59 detik) penuh dengan atraksi ketrampilan tiap-tiap personilnya.

Album ini melawan arus industri musik saat itu. Dengan konsep rock progresif seperti itu, album ini dianggap lahir mendahului jamannya. Konsumen tidak siap menerimanya. Akibatnya Cermin merupakan album God Bless yang paling jeblok penjualannya. Tetapi, secara pencapaian estetika musik, Cermin melampaui album God Bless manapun.

Album ini yang paling banyak dicari para kolektor, sayangnya Cermin adalah satu-satunya album God Bless yang belum pernah dirilis ulang dalam bentuk CD. Master rekaman yang semula dimiliki JC Records kini dimiliki oleh Logiss Record.. Belum diketahui mengapa Logiss Record belum mengeluarkan rilis ulang dari album yang dicari oleh banyak kolektor ini.
Album kompilasi 18 Greatest Hits of God Bless memuat 3 lagu hasil remaster dari album ini

Daftar Lagu

Side A
1. "Cermin" (Donny Fattah) - 6:17
2. "Selamat Pagi Indonesia" (Ian Antono) - 6:16
3. "Musisi" (Donny Fattah) - 4:26
4. "Balada Sejuta Wajah" (Ian Antono) - 3:36
5. "Sodom & Gomorah" (Ian Antono) - 4:07

Side B
1. "Anak Adam" (Benny Likumahuwa/ Donny Fattah) - 11:59
2. "Insan Sesat" (Abadi Soesman) - 5:53
3. "Ingat" (Donny Fattah) - 6:44
4. "Tuan Tanah" (Ian Antono) - 2:06

Cermin mengawali album ini dengan komposisi berbasis balada, dengan awalan musik bermelodi indah yang dilanjutkan dengan aransemen keyboard / piano yang kaya improvisasi dan inovatif oleh Abadi Soesman mengiringi suara bening Ahmad Albar. Petikan gitar yang mantap dari Ian Antono mengisi berbagai segmen pada lagu ini. Mengikuti dinamisnya aliran musik, permainan drum yang solid oleh Teddy Sujaya mempertegas struktur lagu ini. Sungguh suatu lagu berirama rock progresif yang sangat baik.

Selamat Pagi Indonesia, lagu ini pas sekali jika dinikmati di pagi hari, setelah bangun tidur, mengalir indah seperti pada lagu pertama, dengan permainan keyboard / piano oleh Abadi Soesman dan dipadu dengan permainan gitar akustik oleh Ian Antono. Musiknya banyak diisi oleh suara bening Achmad Albar dan suara gitar akustik. Musiknya mengalir dinamis dalam tempo sedang dengan kombinasi harmonis antara gitar & keyboard. Permainan drum yang solid dan sangat variatif dari Teddy Sujaya mengisi lagu ini dengan pas. Lagi ini adalah satu lagu rock progresif yang sangat baik

Musisi, saat diwawancarai Metro TV, Donny Fatah bercerita bagaimana awal penciptaan lagu ini, saat dirinya mengalami dilemma antara terus berkarir dalam dunia musik atau kerja kantoran…dan lahirlah lagu dahsyat ini, mungkin adalah lagu rock progresif terbaik yang pernah dibuat oleh God Bless! Diawali dengan permainan solo bass "berjalan" Donny Fattah yang menjadi penentu warna musik lagu ini. Petikan rhythm guitar dari Ian Antono mengikut petikan bass solo tadi, lalu dilanjutkan dengan masuknya dentuman drum oleh Teddy Sujaya serta permainan keyboard Abadi Soesman. Setelah suara bening & mantap yang khas dari Ahmad Albar masuk, musik berubah semakin rumit oleh bunyi instrumen yang saling mengisi antar gitar, bass, keyboard dan drum. Dalam lagu Ian, Donny, Abadi dan Teddy mendemonstrasikan keahlian masing-masing memainkan instrumen musiknya. Luar biasa! Paduan suara Ahmad Albar ditopang oleh permainan apik Ian Antono dan Donny Fattah menghasilkan paduan yang harmonis. Musisi adalah lagu yang memacu adrenalin, dimainkan dalam tempo cepat dengan aransemen musik yang hebat.

Balada Sejuta Wajah adalah lagu balada yang enak didengar, kombinasi yang harmonis antara melodi yang menyenangkan, vokal yang mantap dan musik yang bergaya orkestra. Bayangkan bagian interlude lagu ini diisi dengan keyboard yang dimainkan bagai orkestra. Selain komposisinya bagus, lirik lagunya juga puitis dengan pesan yang kuat penuh perenungan "Mengapa, semua berkejaran dalam bising, mengapa oh mengapa sejuta wajah engkau libatkan dalam himpitan kegelisahan, Adakah hari esok makmur sentosa bagi wajah-wajah yang menghiba?"

Sodom & Gomorah adalah sebuah lagu rock dengan aransemen yang rumit bahkan sejak awal lagu. Bagian awal lagu ini mengingatkan orang dengan musik ELP. Bagian tengah lagu sangat menarik karena God Bless memasukkan unsur musik jazz ke dalam musik rock dalam tempo tinggi dan warna musik yang rumit. Bagian tengah lagu mengingatkan orang pada musik dari grup Kansas.

Anak Adam adalah lagu terpanjang dalam album ini, Awal lagu dimulai dengan aransemen yang mengingatkan orang pada musik Kansas tetapi kemudian segera beralih ke nuansa musik gamelan Bali dalam tempo tinggi. Peralihan ke musik gamelan Bali terasa sangat pas. Abadi Soesman mendemonstrasikan teknik bermain keyboard tingkat tinggi dalam lagu ini, walaupun ada nuansa musik grup Kansas. Ian Antono dengan grup Gong 2000-nya kemudian merilis ulang lagu ini, dengan aransemen tanpa dipengaruhi musik grup Kansas.

Insan Sesat, satu lagi lagu balada, kali ini dengan aransement yang lebih sederhana dibanding dua lagu balada lain dalam album ini. Abadi Soesman berperan penting di sini dalam mengiringi vokal Ahmad Albar. Balada yang indah.

Ingat adalah sebuah lagu dengan bangunan sederhana, dimainkan dengan tempo sedang, dengan lirik yang memberi pesan moral tentang menghadapi kehidupan. Ada permainan piano / keyboad dan permainanan gitar solo yang apik dalam lagu ini.

Tuan Tanah mengakhiri album ini, dengan gaya acapella yang baik oleh Ahmad Albar, Donny Fattah dan Ian Antono.

Personil

• Achmad Albar : vocalist
• Ian Antono : gitar
• Donny Fattah : bass
• Teddy Sujaya : drums, percussion
• Abadi Soesman : keyboards


Terbit 1980 Direkam Genre Rock Panjang 51:34 Label Billboard Indonesia.



*Artikel diambil dari Wikipedia, berbagai majalah dan koran, dan juga pendapat pribadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar