Kamis, 22 Oktober 2009

Diskografi EDANE

The Beast Adalah Studio Album perdana yang dirilis oleh grup musik EdanE yang dirilis pada tahun 1992 dengan label Airo.

Mendengarkan album ini, teringat jaman saya masih kuliah, hamper tiap hari memutar kaset lagu di album The Beast ini di kost-kostan. Terutama lagu “Ikuti” yang di refrain, karena belum ada mp3 seperti sekarang. Hasilnya pita kasetnya sampai hamper keriting..hehehhe.
Dalam album ini warna Edane dalam bermusik sangat garang karena aroma ngerock sangat kental dan dahsyat. Hits dalam album ini ialah "Ikuti" dan "the beast". Para pecinta musik pada era ini merasakan ada hawa musik baru yang menggetarkan dan menggairahkan jiwa.

EdanE adalah potret sebuah grup yang memiliki kematangan bermusik dalam penggarapan album maupun ketika pentas di atas panggung. Pusat pesona grup terutama terletak pada Zahedi Riza Sjahranie alias Eet Sjahranie. Permainan gitar Eet amat atraktif, memukau, dan edan. Beng Beng, gitaris Pas bilang, jika kita ingin menyebut siapa sebenarnya gitaris rock Indonesia, Eet itulah orangnya. EdanE semula dikenal sebagai singkatan dari Eet dan Ecky Lamoh. Terbentuk tahun 1991, Edane terdiri atas Eet Sjahranie (gitar), Ecky Lamoh (vokal), Iwan Xaverius (bas), dan Fajar Satritama (drums).

Daftar lagu
1. "Evolusi"
2. "Ikuti"
3. "The Beast"
4. "Masihkah Ada Senyum"
5. "Menang Atau Tergilas"
6. "Life"
7. "Opus #13 (Ringkik Turangga)"
8. "Liarkan Rasa"
9. "You Don't Have To Tell Me Lies"

Telah enam album mereka keluarkan The Beast (1992), Jabrik (1994), Borneo (1996), 9299 (1999), 170 Volts (2002), dan Time To Rock (2005). Album 9299 (Aquarius) merupakan kompilasi lagu baru dan lagu lama. Tiga lagu baru adalah Untuk Dunia yang menjadi lagu jago, Dengarkan Aku, dan Rock On. Lagu lama yang masuk antara lain Jabrik, Ikuti dan Borneo yang kaya unsur etnik Dayak. "Lagu-lagu tersebut kami anggap bisa mewakili EdanE," ucap Eet.

Personil Edane berganti-ganti dalam berbagai kurun waktu. Berikut adalah konfigurasi grup yang pernah terjadi:

EdanE I :
Eet Sjahranie : gitar
Ecky Lamoh : vokal
Iwan Xaverius : bas
Fajar Satritama : drum

EdanE II :
Eet Sjahranie : gitar
Heri Batara : vokal
Iwan Xaverius : bas
Fajar Satritama : drum

EdanE III :
Eet Sjahranie : gitar
Trison Manurung:vokal
Iwan Xaverius : bas
Fajar Satritama : drum

EdanE IV :
Eet Sjahranie : gitar
Robby Matulandi :vokal
Iwan Xaverius : bas
Fajar Satritama : drum

Album
- 1992 : The Beast produser AIRO Records & EdanE, label AIRO
- 1994 : Jabrik produser EdanE, label Aquarius Musikindo
- 1996 : Borneo produser EdanE, label Aquarius Musikindo
- 1999 : '9299 (the best album) produser EdanE, label Aquarius Musikindo
- 2002 : 170 Volts produser Jan Djuhana, label Sony Music Indonesia
- 2005 : Time to Rock produser Jan Djuhana, label Sony Music Indonesia

EdanE memainkan musik hard rock. Tapi Eet lebih suka menyebutnya rock saja. Eet juga kerap diidentikkan dengan Eddie Van Halen, gitaris yang mempengaruhinya. Dari sini muncul plesetan EdanE sebenarnya adalah singkatan dari Eet dan Eddie Van Halen. Pengidentikan itu, kata Eet, "membuat saya tersanjung dan kesal. Tersanjung karena Van Halen adalah nama besar. Kesal karena saya ingin menjadi diri saya sendiri, bukan orang lain."
Tapi kalo menurut saya tidak hanya Eddie Van Halen yang mempengaruhi Eet dalam permainan gitarnya tapi juga Angus Young-nya AC DC terutama aksi panggungnya, atau mungkin juga ada pengaruh permainan gitar dari steve vai dan joe satriani.

*Artikel dari wikipedia, majalah, dan pendapat pribadi.


Madiun, 17/09/2009
Arif Gumantia
creator grup "Legenda Rock" di Facebook
"Only Brave Heart Playing Rock"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar