Sabtu, 19 September 2009

Gangguan Layanan Operator

Jakarta - Meski para operator telekomunikasi sudah menyiapkan tambahan kapasitas untuk menghadapi lonjakan trafik Lebaran, namun bukan berarti tak akan ada ancaman potensi gangguan jaringan.

Berikut adalah beberapa potensi gangguan kualitas layanan telekomunikasi saat Hari Raya Idul Fitri yang dikhawatirkan regulator:

a. Perubahan arah trafik.
Dengan tradisi mudik, maka akan terjadi perubahan pola trafik originasi, dari kota-kota besar ke kota-kota kecil/desa. Sehingga, kapasitas jaringan di kota-kota besar akan menjadi agak tidak padat, namun sebaliknya akan menjadi padat di jalur-jalur mudik dan kota-kota tujuan/desa.

b. Kualitas dan titik kemacetan.
Kualitas pelayanan telekomunikasi akan dipengaruhi juga akibat kemacetan, yang selain membuat perjalanan terhambat, juga trafik akan terkonsentrasi pada BTS/RBS/Node-B daerah yang macet tersebut.

Adapun tempat-tempat yang berpotensi terjadi kemacetan dan membuat kualitas pelayanan terganggu meliputi: Tol Jakarta-Cikampek, Nagrek, Pintu Tol ke arah Merak, Pelabuhan Merak dan wilayah Jatibarang/Indramayu.

Alhasil, Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pun menghimbau para penyelenggara telekomunikasi untuk menyiapkan tim yang siap sedia (stand by) 24 jam guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pelayanan.

"Selain itu tidak melakukan instalasi perangkat lunak/keras baru maupun upgrading karena berpotensi dapat mengubah konfigurasi sistem terutama pada saat H-3 hingga H + 3," tegas BRTI dalam keterangan tertulisnya.

Sementara kepada para masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan telekomunikasi secara efisien. Bila yang digunakan sedang penuh, baik itu di sisi pengguna maupun di sisi lawan, tunggu beberapa saat sebelum mencoba menghubungi lagi guna menghindari jaringan menjadi overload

"Dalam mengirimkan SMS ucapan Selamat Hari Raya hendaknya tidak dilakukan secara broadcast ke semua handai taulan, kerabat maupun relasi, namun sebaiknya bertahap karena dapat dibayangkan bagaimana antrian di SMS Gateway mengingat saat ini pengguna telepon seluler telah mencapat angka di atas 160 juta pengguna," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar