Sabtu, 17 Juli 2010

Rencana Israel Pisahkan Jalur Gaza dari Palestin

Jerusalem – Infopalestina: Menlu Israel Advigor Lieberman menegaskan pihaknya sedang mematangkan rencana yang bertujuan agar Israel melepaskan diri dari Jalur Gaza secara penuh. Artinya, Jalur Gaza akan diubah menjadi entitas sendiri yang terpisah dari Palestina secara utuh.

Harian Israel Yediot Aharonot berbahasa Ibrani menyebutkan hari ini Jumat (16/7) bahwa dengan rencana ini – seperti yang diyakini Menlu Israel – Israel untuk pertama kalinya akan mendapatkan pengakuan dunia internasional bahwa dirinya sudah selesai menjajah Jalur Gaza.

Dalam dokumen rahasia yang disiapkan oleh kementerian luar negeri belakangan ini disebutkan bahwa Israel harus berangkat ke Amerika dan Sekjen PBB Ban Ki-Mon serta pejabat hukum terkenal untuk mempelajari pengakuan terhadap proyek Israel mengakhiri penjajah di Jalur Gaza.

Diperkirakan Lieberman menyampaikan rencana ini di depan pejabat hubungan luar negeri di Uni Eropa Katren Aston dan enam menteri UE lainnya yang akan berkunjung ke Israel pecan depan dalam rangka menghimpun bantuan Eropa agar Israel melepaskan tanggungjawab atas penjajahan Jalur Gaza dan pihak penguasa Gaza yang bertanggungjawab.

Lieberman akan meminta kepada pejabat Eropa untuk mengusulkan kepada pemerintah Palestina di Jalur Gaza agar mendirikan sendiri pembangkit listrik dan fasilitas penyuling air laut serta fasilitas sanitasi.

Lieberman juga akan mengusulkan kepada negara-negara Arab untuk mengisim pasukan keamanan internasional ke perlintasan perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel untuk memaksa penguasai di sana mentaati perjanjian.

Sementara itu, jubir Hamas Dr. Sami Abu Zuhri menolak upaya Israel lari dari tanggungjawabnya melanjutkan penjajahan dari sisi hukum dan operasional Jalur Gaza.

Dalam pernyataan khususnya yang diterima Infopalestina Abu Zuhri menegaskan bahwa Gaza sudah terbebas wilayahnya dari keberadaan militer Israel dan pemukimannya. Namun dari sisi hukum dan operasional Jalur Gaza masih tunduk kepada penjajah Israel.

Abu Zuhri menegaskan, "Kami menolak rencana Israel sebab Gaza adalah bagian dari Palestina yang terjajah dan Israel harus tidak boleh melepaskan tanggungjawab secara hukum selama mereka menjajah wilayah Palestina."

Abu Zuhri meminta agar tidak mengaitkan masalah ini dengan pembebasan blokade Gaza sebab blokade merupakan kejahatan perang internasional dan pembebasannya dijamin oleh hukum internasional dan HAM.

Ia menegaskan, karenanya, semua kebutuhan Jalur Gaza harus dijamin dengan cara membuka penuh perlintasan, jalan-jalan masuk, pelabuhan dan memberikan pasokan listrik dan bahan bakar. (bn-bsyr)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar