Selasa, 29 Juni 2010

KA Logawa Anjlok


JAKARTA, KOMPAS.com — Lintasan kereta api yang dilalui KA Logawa jurusan Purwokerto-Jember merupakan jalur lurus yang medannya berkontur, seperti persawahan, sehingga rel dibangun di atas gundukan tanah setinggi lebih kurang 10 meter.

Hal itu dikatakan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Inderawan, Selasa (29/6/2010) di Jakarta.

"Saya juga mau mengklarifikasi bahwa jalur itu bukan jurang seperti yang diberitakan di televisi, melainkan berada pada medan yang konturnya seperti persawahan sehingga secara teknis jalan kereta api dibuat di atas gundukan," kata Tundjung Inderawan, Selasa.

Dia mengatakan, lintasan kereta api pada jalur tersebut sebenarnya sudah direhabilitasi pada tahun lalu dengan mengganti bantalannya menjadi bantalan beton. "Relnya juga diganti," ujarnya.

Berdasarkan laporan yang ia terima, Tundjung menjelaskan, KA Logawa yang terguling terdiri dari 11 gerbong. Sekitar pukul 14.10 WIB, tiga gerbong KA tersebut terguling, tiga lainnya anjlok, dan sisanya masih berada di rel.

"Yang masih ada di rel sudah ditarik ke Stasiun KA Wilangan," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar