Kamis, 22 Oktober 2009

Saya Tahu dan Saya Jalankan

Saya Tahu dan Saya Jalankan
Inspired from Tanadi Santoso

Saya sering bicara dengan teman-teman, ”Eh kamu harus melakukan ini lho...”. Tentu saja dengan maksud baik. ”Oh itu Pak, saya tahu, saya tahu”. Ketika saya berseminar tentang sebuah hal ada yang nyeletuk, ”Saya tahu, saya tahu Pak”. Demikian juga ketika saya bercerita tentang bagaimana sih menjadi entrepreneur yang baik, dia bilang, ”Yah saya tahu, saya tahu Pak”. Pertanyaan saya, dia tahu dan menjalankannya lalu sukses ataukah dia tahu namun terus berhenti.

Sekarang mudah menemukan informasi tentang sesuatu, “Saya tahu, saya tahu itu, saya tahu ini”. Karena sekarang sudah ada internet dan google. Informasi apapun dari informasi yang sederhana tentang bagaimana memasak, tentang nuklir sampai tentang pengetahuan-pengetahuan yang sangat eksotik dan aneh pun semua ada di sana.

Perkataan ‘saya tahu itu’ sudah bukan hal yang aneh lagi. Anak saya umur 14 tahun disuruh riset apapun, akan buka internet dan masuk google… dan hasilnya keluar. ‘Saya tahu itu’ bukan sesuatu yang aneh lagi. Pertanyaan yang penting adalah, apakah saya sudah melakukan itu dengan baik.

Ada banyak orang dengan sombong yang mendengar sesuatu, dia menganalisa sesuatu, dia selalu bilang, “Ah saya tahu itu 2 minggu lalu karena sudah dibilangin orang”. Bahkan ada orang yang bilang, “Dua tahun lalu saya sudah mencoba itu”. Sungguhan atau tidak, mungkin tidak. Tapi dia memang mengetahui itu. Apakah dia melakukannya ? Apakah dia mengambil kesempatan tersebut ? Apakah dia sudah mempraktekkan apa yang dia ketahui ? Ini yang jarang ada.

Ini yang membedakan orang yang bicara saja tapi tidak pernah melakukan dengan orang yang diam tapi selalu sukses. Mencoba sesuatu lalu tiba-tiba dia menjadi orang yang lebih baik lagi, lebih hebat lagi. Tanpa terlalu banyak cakap. Kalau dibilangin orang, dia tersenyum saja. Dia berpikir, “Iya saya memang tahu. Tapi saya sudah melakukannya belum ? Wah belum, kalau begitu saya coba lakukannya.”

Nah, mari kita ubah sikap mental kita dari sikap, “Saya tahu itu, saya tahu tentang itu” tapi tidak melakukan apa-apa menjadi sikap mental berpikir, “Apakah saya sudah melakukan itu dan seberapa hebat saya melakukannya. Apakah hal itu penting buat saya. Kalau penting bagaimana saya bisa menggunakan waktu saya dengan cara lebih baik. Sehingga saya akan bisa menjadi lebih sukses lagi.”

The gap between knowing but nothing and knowing and doing is gap between fail and success. Jarak antara mengetahui tapi tidak melakukan apa-apa dengan mengetahui dan melakukannya dengan baik adalah seperti jarak antara gagal dan sukses.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar