Kamis, 31 Desember 2009

Pro Kontra "GURITA CIKEAS" karya Geoge Junus A. (Free Download versi pdf)


YOGYAKARTA--Guru Besar Sejarah UGM, Prof Dr Djoko Suryo, menyampaikan ketidaksetujuannya apabila buku “Gurita Cikeas” karya Dr George Junus Aditjondro dilarang beredar.

Menurut Djoko, pelarangan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang yang sudah semakin kritis dan cerdas dengan adanya keterbukaan informasi. Sebaliknya, ia menyarankan pihak-pihak yang merasa dirugikan, lebih baik menulis buku tandingan.

''Pelarangan saya kira tidak menyelesaikan masalah, dijawab dengan penulisan buku yang lain sebagai counter, sehingga masyarakat semakin menjadi cerdas,'' kata Djoko Suryo menjawab pertanyaan wartawan terkait polemik buku Gurita Cikeas, Rabu (30/12), di Gedung Pertemuan Universirty Club (UC)-UGM.

Hari ini acara disana digelar untuk perayaan ulang tahunnya yang ke-70. Saat itu juga dilakukan peluncuran bukunya ''Transformasi Masyarakat Indonesia: Dalam Historiografi Indonesia Modern''.

Prof Djoko mengatakan dengan adanya penulisan buku tandingan “Gurita Cikeas”, maka masyarakat dapat memperoleh informasi secara menyeluruh dan tidak sepihak. ''Ilmu sejarah saja tidak mutlak. Kita bisa melakukan argumentasi, konstruksi, karena sejarah itu sangat dinamis, bisa diinterpertasi, tidak terpaku pada satu sisi. Harus diimbangi sisi yang lain. Sehingga orang bisa melihat secara utuh,'' kata Djoko.

Menjawab pertanyaan terkait harapannya setelah memasuki usia 70 tahun, Djoko mengaku ia masih memiliki keinginan untuk menjadi guru bagi anak bangsa.

Dia ingin terus mengabdi sebagai akademisi untuk mengajar dan mendidik muridnya menjadi intelektual yang cerdas, arif serta bisa jadi pemimpin dan panutan masyarakat. ''Senang kalau anak murid bisa jadi apa sebetulnya saya harapkan, karena banyak murid saya yang tersebar dimana-mana,'' katanya.

Ia juga ingin terus menulis buku sejarah visioner. Menurutnya sejarah itu memiliki proyeksi masa depan dan membawa pencerahan yang ingin dicapai bangsa Indonesia. ''Sejarah ditulis untuk memprediksi masa depan, membuat proyeksi kebijakan bagi pemegang kebijkan agar terhindar dari pengalaman yang tidak baik di masa lampau,'' jelasnya

Penasaran dengan buku yang kontroversial ini, silahkan aja download versi pdf nya :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar