Senin, 07 Desember 2009

Keikhlasan Hidup


Katanya ada seseorang yang datang kepada Dalai Lama dan menanyakan, "Pak Dalai Lama apakah yang menjadi rahasia dari kebahagiaan itu ?" Maka jawabannya menjadi sangat singkat. Dalai Lama bilang, "Makanlah dengan nikmat, tidurlah dengan nyenyak."

Begitu sederhananya kata-kata ini - 'makanlah dengan enak, tidurlah dengan nyenyak' - namun ternyata tidak sesederhana perwujudannya. Apakah demikian sulit sehingga yang sederhana ini tidak bisa diwujudkan ? Apakah kita - khususnya yang hidup di kota - begitu 'complicated' ? Begitu susahkah hidup ini ? Begitu penuh perjuangan-kah ? Atau begitu banyak persaingan ? Sehingga susah untuk dapat menikmati hal yang serderhana ini - makan yang enak dan tidur yang nyenyak ?

Kebaikan diri kita adalah kunci menjaga diri dengan kedamaian kita sendiri. Bagaimana kita belajar melepaskan harapan kita akan balasan dari orang lain ketika kita melakukan kebaikan-kebaikan untuk orang lain atau ketika kita menolong orang lain. Kata Dalai Lama, "Kamu berbuat baik lalu buanglah ke dalam sumur." Maksudnya setelah kita berbuat baik, lupakan kebaikan itu. Dan jangan mengharapkan balasan.

Kita harus bisa menjadi kaya dengan tidak terlalu mengharap. Karena keikhlasan kita pada kehidupan ini yang akan membuat kita lebih dekat pada keheningan dan kebahagiaan yang benar-benar dapat kita rasakan pada kehidupan ini.

Saya yakin setiap orang selalu punya ambisi, selalu punya kemauan, selalu punya perasaan yang keras tentang penyesalan, tentang kemarahan, tentang kekecawaan. Hal tersebut wajar. Rasakanlah kemarahan itu, rasakan kekecewaan itu. Tapi ada juga waktu untuk belajar melepaskan sesuatu. Melepaskan semua perasaan yang terlalu membelenggu kita dengan belajar menikmati kehidupan dengan hanya berbuat kebaikan.

Tidurlah yang nyenyak, makanlah yang nikmat. Dan nikmatilah hari demi hari penuh dengan kedamaian kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar