Sabtu, 19 Desember 2009

Hope and Leadership


John Gardner, seorang pemuka Amerika Serikat memberikan ungkapan menarik soal kepemimpinan ini. Bagaimana perlunya sikap kepemimpinan yang baik, terutama di masa-masa sulit sehingga akan menjadi lebih berguna bagi anak buahnya.

Dalam pernyataannya, John Gardner berkata, "Tugas pertama dan terakhir dari seorang pemimpin adalah tetap menyiapkan atau menyalakan harapan kita. Sehingga kita bisa mencapai kesuksesan setelah melalui semua kesulitan dan kegagalan serta masa susah."

Hal itu saya kira sangat tepat kalau dibicarakan saat ini. Karena sekarang ini bisnis di Indonesia sedang mengalami ketidakpastian yang begitu tinggi, ketidakjelasan, dan seringnya perubahan mendadak yang membuat kita kadang-kadang menjadi sedih. "Oh… sekarang kok susah sekali berbisnis. Beli barang susah. Apalagi untuk berjualan. Karena daya beli masyarakat terbatas." Biaya sewa menjadi mahal. Sewa sebuah toko di mal misal, kalau dulu hanya Rp 20 juta setahun, sekarang Rp 40 juta. Padahal penjualan tetap, malah cenderung menurun.

Lalu pertanyaan yang muncul, bagaimana kita harus tetap bertahan ? Maka seorang pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang tetap bisa memberikan semangat kepada manager-nya, anak buahnya, satpam hingga cleaning service bahwa masa susah pasti akan berlalu. Dan pada akhirnya masa susah akan bisa dilewati dengan baik.

Leadership adalah sesuatu yang menarik. Kalau kita akan membahas mengenai leadership, kita tak hanya membutuhkan waktu satu, dua, tiga, empat atau lima hari. Bahkan bisa lebih dari itu. Lalu, bagaimana sebenarnya seorang pemimpin yang baik ?

Ada beberapa hal penting jika kita membahas mengenai leadership. Pertama, seorang pemimpin harus mampu memberikan harapan ke bawahannya bahwa kita akan mampu melewati masa-masa susah itu.

Ada hal penting yang sering sekali tidak disadari. Memang secara aplikatif, dalam operasional sehari-hari leadership diartikan sebagai hal sesuatu bagaimana mengerakkan teman-teman kita menuju pada titik tujuan bersama yang baik.

Kedua, saya selalu bilang pada teman-teman, secara teoritis, bila ada sekumpulan macan yang dipimpin seekor domba dan beruang, maka perkumpulan ini akan kalah jika dibandingkan sekumpulan domba dipimpin oleh seekor macan. Karenanya pemimpin itu sering dianggap memberikan kontribusi yang besar dalam keberhasilan sebuah usaha. Dan seorang pemimpin yang baik harus berani mengambil resiko.

Jadi, ada sebuah kata-kata yang cukup menarik, "To be a leader means the willingness to take risk. And the willingness to love." Ada kemauan untuk mengambil resiko dan mencintai anak buah. Anda juga harus mengecek, apakah pemimpin Anda sudah memberikan dari nafsunya atau dari kebenaran hatinya sendiri.

Jadi, kepemimpinan itu terutama dimasa-masa yang sulit akan menjadi lebih mencolok, lebih penting dan lebih berguna lagi bagi anak buahnya. Sebagai pemimpin, baik dalam kelompok lima orang, sepuluh orang atau pun tujuh puluh ribu orang, kita harus mampu memberikan harapan. Kita harus menunjukkan arah mau ke mana. Kita harus mampu dan mau mencintai anak buah.

Pada akhirnya kita dapat melewati masa-masa sulit itu dengan baik dan membawa kelompok kita menuju kesuksesan yang diharapkan. Leadership dan hope adalah sesuatu yang penting sekali peranannya.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar